Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Minggu malam (11/01) hingga Senin pagi (12/01) menyebabkan banjir di berbagai wilayah ibu kota. Genangan air dilaporkan mencapai lebih dari 50 sentimeter di kawasan Pasar Warung Buncit, Jakarta Selatan. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas terganggu dan memicu kemacetan panjang. Selain Pasar Warung Buncit, banjir juga melumpuhkan Jalan Kembang Utara. Kemacetan kendaraan terjadi hingga sepanjang satu kilometer akibat badan jalan yang tidak dapat dilalui secara normal.
Genangan Banjir Lumpuhkan Arus Lalu Lintas dan Sebabkan Kendaraan Mogok
Sumber: Youtube Sindonews
Banjir turut menggenangi Jalan Raya Cilincing, tepatnya di kawasan Keramat Raya, Jakarta Utara. Genangan air meluap ke badan jalan setelah hujan deras berlangsung sejak malam hari. Berdasarkan rekaman video warga, hingga pukul 08.00 WIB ketinggian air masih cukup tinggi sehingga kendaraan harus melaju perlahan. Sejumlah sepeda motor dilaporkan mogok akibat nekat menerobos genangan, sehingga harus didorong oleh pengendaranya. Kondisi ini menyebabkan kemacetan panjang, terutama pada jam berangkat kerja di hari Senin.
Di Jakarta Barat, kemacetan akibat banjir juga terjadi di Jalan Daan Mogot, Cengkareng. Kendaraan dari arah Grogol menuju Cengkareng terjebak antrean panjang karena genangan air menutup sebagian ruas jalan. Kemacetan parah juga dilaporkan di kawasan Cempaka Putih. Kendaraan dari arah Senen menuju Pulau Gadung terhenti di persimpangan akibat badan jalan terendam banjir. Pengendara dilaporkan terjebak macet selama lebih dari satu jam.
Permukiman Padat Penduduk Terendam Banjir Akibat Hujan
Selain jalan raya, banjir juga melanda permukiman penduduk di sejumlah wilayah Jakarta. Salah satu kawasan yang terdampak berada di wilayah Tapekong, Cilincing, Jakarta Utara. Genangan air merendam akses jalan lingkungan sehingga sulit dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu.
Beberapa warga terpaksa membatasi aktivitas di luar rumah karena ketinggian air yang belum surut. Banjir di kawasan permukiman ini dipicu oleh hujan dengan intensitas cukup tinggi yang turun secara terus-menerus sejak malam hari. Hingga pagi hari, genangan air masih terlihat di sejumlah titik dan belum sepenuhnya surut.
BMKG Sampaikan Analisis Cuaca dan Peringatan Dini Hujan Lebat
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan lebat yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh penguatan monsun Asia. Peningkatan kecepatan angin di Laut Cina Selatan yang bergerak hingga ke Laut Jawa memicu pertumbuhan awan hujan intensif di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
BMKG menyebutkan kondisi hujan sedang hingga lebat dan masih tergolong normal untuk wilayah jabodetabek, potensi hujan ini diperkirakan berlangsung setidaknya hingga pertengahan Januari dan berlanjut bulan Febuari.
BMKG mengimbau agar informasi peringatan dini cuaca terus diperbarui dan ditindaklanjuti, baik oleh pemerintah daerah maupun masyarakat. Masyarakat juga disarankan untuk rutin memantau informasi cuaca terbaru serta mempersiapkan diri saat melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama ketika hujan lebat dan angin kencang berpotensi terjadi.
Peran Teknologi Sebagai Sistem Pencatatan Curah Hujan

kondisi banjir yang meluas di Jakarta menunjukkan pentingnya pemantauan curah hujan secara akurat dan berkelanjutan. Salah satu solusi pendukung yang relevan adalah penggunaan rain gauge data logger sebagai sistem pencatatan curah hujan otomatis di lapangan. Produk ini merupakan sistem pencatatan curah hujan bertenaga baterai yang mengintegrasikan data logger HOBO Pendant Event ke dalam rain gauge tipe tipping-bucket, sehingga mampu merekam setiap kejadian hujan dengan presisi tinggi tanpa memerlukan sumber listrik eksternal.
Dengan kemampuan mencatat intensitas dan akumulasi curah hujan secara real-time, rain gauge data logger dapat membantu instansi terkait dalam memantau pola hujan yang berpotensi memicu genangan dan banjir. Kehadiran perangkat ini juga mendukung peringatan dini cuaca dari BMKG agar dapat ditindaklanjuti dengan data lapangan yang lebih detail dan terukur.
Untuk mengetahui spesifikasi, fitur, dan penerapan rain gauge data logger secara lebih lengkap dalam memantau hujan, informasi produk dapat dilihat melalui Taharica sebagai penyedia solusi pemantauan lingkungan.
Dampak Hujan Deras dan Pentingnya Pemantauan Curah Hujan
Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak malam hingga pagi hari telah menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, mengganggu arus lalu lintas, melumpuhkan aktivitas masyarakat, serta merendam permukiman padat penduduk. Kondisi ini menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi masih menjadi tantangan serius bagi kawasan perkotaan, terutama pada periode puncak musim hujan.
Sejalan dengan analisis dan peringatan dini dari BMKG, diperlukan dukungan pemantauan curah hujan yang lebih akurat dan berkelanjutan. Pemanfaatan sistem seperti rain gauge data logger dapat membantu menyediakan data hujan yang terukur dan konsisten sebagai dasar pengambilan keputusan.
Sumber laporan dari Sindonews serta keterangan remi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada tanggal 12 Januari 2026