Apa Itu Dissolved Oxygen?
Dissolved Oxygen (DO) merupakan salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas air. Istilah ini merujuk pada jumlah oksigen yang terlarut di dalam air, baik di sungai, danau, waduk, maupun laut. Keberadaan Dissolved Oxygen sangat berpengaruh terhadap kehidupan organisme air seperti ikan, plankton, dan mikroorganisme.
Kadar Dissolved Oxygen yang stabil menunjukkan kondisi perairan yang sehat. Sebaliknya, kadar yang terlalu rendah dapat menimbulkan gangguan ekosistem bahkan menyebabkan kematian biota air. Oleh karena itu, pengukuran Dissolved Oxygen sering dijadikan indikator utama dalam menilai kualitas suatu perairan.
Peran Dissolved Oxygen dalam Ekosistem Perairan
DO memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Kandungan oksigen terlarut menentukan kemampuan organisme air untuk bertahan hidup, tumbuh, dan berkembang. Perubahan kadar DO dapat memengaruhi kondisi biologis, kimia, dan fisik suatu perairan. Berikut ini peran DO dalam ekosistem perairan:
-
Mendukung Respirasi Organisme Air
Semua organisme akuatik seperti ikan, udang, plankton, dan mikroorganisme membutuhkan oksigen untuk proses respirasi. Dissolved Oxygen memungkinkan proses metabolisme berlangsung dengan baik. Jika kadar Dissolved Oxygen berada pada kisaran normal (umumnya di atas 5 mg/L untuk banyak spesies ikan), aktivitas biologis dapat berjalan optimal. Sebaliknya, kadar rendah dapat menyebabkan stres, penurunan daya tahan tubuh, hingga kematian biota air.
-
Menjaga Keseimbangan Rantai Makanan
Ekosistem perairan terdiri dari berbagai tingkatan trofik, mulai dari fitoplankton hingga predator puncak. DO berperan dalam menjaga kelangsungan hidup setiap tingkatan tersebut. Apabila kadar oksigen terlarut menurun drastis, organisme kecil seperti plankton akan terdampak lebih dulu. Gangguan ini dapat merambat ke tingkat yang lebih tinggi dalam rantai makanan dan mengganggu keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
-
Indikator Pencemaran Air
Penurunan DO sering dikaitkan dengan pencemaran organik. Limbah domestik atau industri yang masuk ke perairan meningkatkan aktivitas bakteri pengurai, sehingga konsumsi oksigen meningkat. Akibatnya, kadar Dissolved Oxygen menurun dan kualitas air memburuk.
Pentingnya Pemantauan Monitoring Berkala
Pemantauan Dissolved Oxygen secara berkala berperan dalam mendeteksi perubahan kualitas air sejak tahap awal. Fluktuasi kadar oksigen terlarut sering terjadi akibat perubahan suhu, curah hujan, masuknya limbah, maupun aktivitas biologis di dalam perairan. Tanpa monitoring yang rutin, penurunan kadar oksigen dapat terlambat diketahui dan berisiko menimbulkan gangguan ekosistem.
Data hasil pemantauan dapat digunakan sebagai dasar evaluasi kondisi perairan secara menyeluruh. Informasi tersebut membantu dalam perencanaan pengelolaan sumber daya air, pengaturan sistem aerasi pada budidaya perikanan, serta pengendalian beban pencemaran. Dengan pencatatan yang konsisten, tren perubahan kualitas air juga dapat dianalisis untuk menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Dampak Jika Dissolved Oxygen Tidak Terjaga

Tidak adanya pemantauan Dissolved Oxygen dapat menimbulkan berbagai risiko terhadap ekosistem perairan. Kadar oksigen terlarut dapat berubah sewaktu-waktu akibat faktor lingkungan maupun aktivitas manusia. Tanpa monitoring yang rutin, perubahan tersebut sulit terdeteksi sejak awal. Berikut ini ada dampak jika DO tidak adanya pemantauan:
-
Risiko Penurunan Kualitas Air
Penurunan Dissolved Oxygen sering terjadi akibat masuknya limbah organik, peningkatan suhu air, atau pertumbuhan alga berlebih. Jika kondisi ini tidak terpantau, kualitas air dapat memburuk secara perlahan tanpa disadari hingga mencapai titik kritis. Akibatnya, perairan dapat mengalami bau tidak sedap, perubahan warna, serta meningkatnya senyawa berbahaya hasil dekomposisi anaerobik.
-
Ancaman terhadap Biota Perairan
Organisme air sangat bergantung pada ketersediaan oksigen. Tanpa pemantauan, kadar DO yang turun drastis dapat menyebabkan stres pada ikan, gangguan pertumbuhan, hingga kematian massal. Kejadian ini sering terjadi secara tiba-tiba, terutama pada malam hari atau saat suhu meningkat. Dalam kegiatan budidaya perikanan, kondisi tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar.
-
Sulitnya Pengambilan Keputusan
Data DO yang tidak tersedia membuat proses evaluasi kualitas air menjadi kurang akurat. Pengelolaan sumber daya air, pengendalian pencemaran, maupun pengaturan sistem aerasi menjadi tidak berbasis data. Tanpa informasi yang konsisten, langkah perbaikan cenderung bersifat reaktif, bukan preventif.
Ingin memahami lebih lanjut bagaimana menjaga kondisi perairan tetap stabil? Baca juga artikel tentang pemantauan kualitas air untuk mengetahui berbagai parameter penting.
Hubungan Dissolved Oxygen dengan Data Logger Water Level

Dissolved Oxygen dan data logger water level saling berhubungan karena tinggi rendahnya air dapat memengaruhi jumlah oksigen yang terlarut di dalamnya. Saat tinggi air naik, misalnya karena hujan atau aliran sungai bertambah, air biasanya bergerak lebih aktif. Pergerakan ini membantu oksigen dari udara masuk ke dalam air sehingga kadar DO bisa meningkat. Sebaliknya, saat air surut atau tidak banyak bergerak, oksigen yang masuk menjadi lebih sedikit dan kadarnya bisa menurun.
Data logger water level berfungsi mencatat perubahan tinggi air secara otomatis. Jika alat ini digunakan bersama sensor DO, maka perubahan tinggi air dan kadar oksigen bisa dipantau secara bersamaan. Dari data tersebut dapat terlihat bagaimana kondisi air berubah dari waktu ke waktu, sehingga kualitas perairan lebih mudah dipahami dan diawasi.
Kesimpulan
Dissolved Oxygen merupakan salah satu parameter utama dalam menilai kesehatan perairan karena berperan langsung dalam mendukung kehidupan organisme air dan menjaga keseimbangan ekosistem. Kadar oksigen terlarut dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti suhu, pergerakan air, serta beban bahan organik di dalam perairan. Perubahan kadar Dissolved Oxygen dapat menjadi tanda adanya gangguan lingkungan atau pencemaran. Monitoring secara rutin membantu mendeteksi perubahan kualitas air lebih awal, mendukung pengelolaan sumber daya air, serta mengurangi risiko kerusakan ekosistem. Dengan pemantauan yang terencana dan berbasis data, kondisi perairan dapat dijaga agar tetap stabil dan mendukung keberlanjutan lingkungan.
Ingin mengetahui solusi monitoring kualitas air yang lebih lengkap dan terintegrasi? kunjungi website Taharica untuk menemukan berbagai teknologi pemantauan seperti sensor Dissolved Oxygen, data logger water level, serta sistem monitoring lingkungan yang akurat dan andal. Dapatkan informasi produk dan solusi terbaik untuk kebutuhan pengukuran perairan secara profesional.