Penerapan Fakopp 3D Arborsonic di BRIN Cibinong

Bagaimana cara mengetahui apakah sebuah pohon besar keropos di dalam tanpa harus melukainya? Selama ini, banyak kasus pohon tumbang terjadi karena kerusakan internal yang tidak terdeteksi dari luar. Retakan kecil, rongga tersembunyi, atau pembusukan akibat jamur sering kali baru diketahui setelah terlambat. Fakoop BRIN

Pertanyaan inilah yang terjawab dalam sesi edukasi dan pelatihan teknologi yang diselenggarakan oleh Taharica bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Cibinong Science Center, pada 10 Desember 2025. Dalam kegiatan ini, para peneliti dan praktisi diperkenalkan secara langsung pada teknologi Fakopp 3D Arborsonic, alat analisis struktur internal pohon berbasis gelombang suara.


Mengapa Teknologi Ini Penting?

Cibinong Science Center memiliki koleksi pepohonan yang bukan sekadar elemen lanskap. Banyak di antaranya merupakan spesies langka, koleksi konservasi, hingga pohon dengan nilai historis dan ekologis tinggi.

Tantangan terbesar dalam pengelolaan pohon berumur puluhan bahkan ratusan tahun adalah mendeteksi kerusakan internal yang tidak terlihat secara kasat mata. Pemeriksaan visual sering kali tidak cukup untuk memastikan kondisi struktur kayu di bagian dalam batang.

Di sinilah Fakopp 3D Arborsonic berperan sebagai “mesin rontgen” bagi pohon.

Teknologi ini bekerja dengan prinsip tomografi gelombang suara. Sensor ditempatkan mengelilingi batang pohon, kemudian gelombang suara dikirimkan melintasi struktur kayu. Kecepatan rambat gelombang akan berbeda ketika melewati kayu sehat, kayu lapuk, atau rongga kosong. Data tersebut kemudian diolah oleh perangkat lunak untuk menghasilkan peta visual struktur internal batang secara 2D maupun 3D. Fakoop BRIN


Keunggulan yang Dipelajari Selama Pelatihan

Dalam sesi edukasi, tim Taharica bersama peneliti BRIN membedah berbagai fitur unggulan dari Fakopp 3D Arborsonic, antara lain:

1. Metode Non-Destruktif (Non-Destructive Testing / NDT)

Pemeriksaan dilakukan tanpa merusak jaringan hidup pohon. Tidak ada pengeboran besar atau pemotongan batang. Metode ini memastikan pohon tetap dalam kondisi alami selama proses analisis.

2. Visualisasi Berbasis Warna yang Informatif

Software Fakopp menerjemahkan kecepatan rambat suara menjadi peta warna yang mudah dipahami:

  • Warna tertentu menunjukkan kayu sehat dengan kepadatan optimal.

  • Warna berbeda mengindikasikan area pembusukan.

  • Zona gelap dapat menandakan rongga atau keropos.

Visualisasi ini memudahkan peneliti dalam mengambil keputusan berbasis data, bukan sekadar asumsi visual.

3. Analisis Risiko dan Mitigasi Bahaya

Data yang dihasilkan dapat digunakan untuk:

  • Menghitung persentase kerusakan internal

  • Menilai stabilitas struktur batang

  • Memprediksi potensi risiko tumbang

Hal ini sangat penting untuk menjaga keselamatan area publik, terutama di kawasan riset dan edukasi seperti BRIN Cibinong yang sering dikunjungi peneliti dan masyarakat.

4. Dokumentasi dan Monitoring Berkala

Hasil pemindaian dapat disimpan sebagai arsip digital. Ini memungkinkan pemantauan kondisi pohon dari waktu ke waktu, sehingga perubahan struktur internal dapat dianalisis secara longitudinal.


Sesi Praktik: Dari Data Menjadi Keputusan

Bagian paling menarik dari kegiatan ini adalah sesi praktik lapangan (hands-on). Peserta secara langsung memasang sensor di sekeliling batang pohon dan menyaksikan bagaimana data real-time diproses menjadi visualisasi struktur internal.

Melihat perubahan warna pada layar perangkat lunak ketika gelombang suara melewati bagian kayu yang berbeda menjadi pengalaman edukatif yang membuka perspektif baru dalam manajemen pohon.

Teknologi yang sebelumnya terdengar kompleks berubah menjadi alat praktis yang aplikatif untuk:

  • Konservasi botani

  • Manajemen ruang terbuka hijau

  • Pengelolaan pohon kota

  • Penelitian kehutanan dan biodiversitas


Kolaborasi untuk Riset yang Lebih Presisi

Melalui kolaborasi ini, Taharica berharap dapat mendukung peningkatan standar penelitian botani dan pengelolaan vegetasi di Indonesia. Pendekatan berbasis teknologi seperti Fakopp 3D Arborsonic memungkinkan keputusan yang lebih presisi, terukur, dan berbasis data ilmiah.

Di era modern, konservasi tidak lagi hanya mengandalkan observasi visual, tetapi juga integrasi teknologi diagnostik canggih. Dengan metode non-destruktif, pelestarian dan keselamatan dapat berjalan beriringan.

Karena menjaga pohon bukan sekadar mempertahankan lanskap hijau — melainkan menjaga warisan ekologis untuk generasi mendatang.

# Fakoop BRIN

Untuk Informasi Lebih Lanjut Bisa Hubungi Kami Melalui