Building Management System (BMS) merupan sistem otomasi yang mengontrol dan memantau berbagai sistem dalam bangunan. Tujuan utama dari BMS adalah meningkatkan efisiensi operasional. Kenyamanan, keamanan, dan penghematan energi bangunan.

Komponen utama dari BMS yaitu:

  • Sensor
  • Hardware
  • Software
  • Kontroler/visualisasi

BMS memiliki peran dalam meningkatkan kenyamanan penghuni dan membantu meningkatkan efisiensi energi dalam bangunan:

Baca Artikel Terkait : Komponen BMS

Meningkatkan kenyamanan penghuni bangunan: Dengan cara mengatur suhu, pencahayaan, manajemen kelembaban bangunan pada iklim tertentu, mengatur kualitas udara dalam ruangan, penghematan energi, memberi keamanan dan keandalan sistem, memberikan pemantauan dan perbaikan cepat.

Meningkatkan efisiensi energi dalam bangunan: Meningkatkan efisiensi energi dalam bangunan dengan cara mengoptimalkan penggunaan energi melalui pengaturan sistem HVAC (Heating, Ventilation, dan Air Conditioning), pencahayaan dll.


Kelebihan Yang Didapatkan Jika Melakukan Pemasangan Building Management System

Dengan melakukan pemasangan pada Building Management System banyak kelebihan yang bisa didapatkan oleh pengguna dari Building Management System, diatara kelebihannya ialah sebagai berikut:

  • Pengawasan Keamanan: BMS memungkinkan bahwa pengawasan keamanan yang lebih baik dengan pengaturan akses yang tepat, dapat deteksi dini bahaya dan keadaan darurat.
  • Efisienis Energi:BMS dapat mengotimalkan penggunaan energi dengan mengatur sistem HVAC yang dimana hal ini bisa mengurangi pemakaian energi dan biaya listrik
  • Pemantauan Lingkungan: BMS dapat pengukuran suhu, kelembaban, dan kualitas udara dalam bangunan, yang bertujuan untuk membantu menjaga kenyamanan dan Kesehatan penghuni
  • Pengelolaan Fasilitas: BMS dapat memantau perfoema peralatan dan mendeteksi kerusakan pada alat sebelum terjadi kerusakan yang lebih serius
  • Integrasi Sistem:BMS dapat mengintegrasikan sistem keamanan, pembuangan sampah, sistem tata letak suara dan sistem lainnya menjadi satu sistem manajemen yang terpadu, mudah diatur dan gampang untuk dioperasikan.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk memelihara sistem BMS dengan baik:

Untuk memelihara sistem BMS yang telah dipasangkan, perlu dilakukan proses pemilharaan dari BMS tersebut, hal ini bertujuan agar system BMS yang telah dipasangkan tidak mengalami kerusakan ataupu  error, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar dalam pemeliharaan BMS:

  1. Pastikan untuk melakukan pemeliharaan rutin pada perangkat keras dan perangkat lunak BMS, meliputi pembersihan fisik perangkat keras, penggantian baterai, dan pembaruan perangkat lunak.
  2. Pemantauan kinerja sistem secara teratur untuk mendeteksi masalah agar terjadi permasalahan yang semakin serius. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan fitur pemantauan dan pelaporan BMS
  3. Selalu dipastikan untuk memiliki tim teknisi yang berpengalaman untuk menangani masalah yang tidak terencana.
  4. Memastikan untuk memiliki kontrak pemeliharaan jangka panjang dengan penyedia layanan BMS yang handal agar sistem selalu bekerja dengan baik. Contoh pemeliharaan rutinnya yaitu membersihkan filter HVAC setiap 3 bulan sekali serte memeriksa kondisi baterai setiap 6 bulan sekali.

Layanan Pemasangan Building Automation Solutions, Klik Disini >>>


Parameter umum yang dapat diukur dan dikendalikan oleh BMS

Parameter yang dapat diukur dan dikendalikan oleh BMS dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas sistem dan tujuannya. Di bawah ini adalah beberapa parameter umum yang dapat diukur dan dikendalikan oleh BMS:

Building Management System Control

  1. Pencahayaan: Sistem BMS dapat mengatur pencahayaan dengan mematikan atau mengatur intensitas cahaya sesuai dengan kebutuhan dan tingkat cahaya alami yang tersedia.
  2. HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning): Ini mencakup kontrol sistem pemanasan dan pendinginan, serta pengoptimalan suhu dan aliran udara untuk efisiensi energi.
  3. Sistem Keamanan: BMS dapat mengintegrasikan sistem keamanan, seperti kamera, alarm, atau sistem akses kontrol.
  4. Kualitas Udara Dalam Ruangan (IAQ): Parameter seperti kualitas udara dalam ruangan, keberadaan partikel, karbon dioksida (CO2), dan gas lainnya dapat diukur dan dikendalikan.
  5. Irrigasi: Jika bangunan memiliki taman atau area hijau, BMS dapat mengendalikan irigasi berdasarkan jadwal atau berdasarkan kondisi cuaca.
  6. Manajemen Lift dan Eskalator: BMS dapat mengendalikan lift dan eskalator untuk mengoptimalkan penggunaan dan keamanan.
  7. Manajemen Energi Terbarukan: Jika bangunan memiliki sumber energi terbarukan, seperti panel surya atau turbin angin, BMS dapat mengontrol dan memantau produksi energi dari sumber-sumber ini.
  8. Monitoring Air dan Air Limbah: BMS dapat memantau kualitas air dan penggunaan air, serta sistem pembuangan air limbah.
  9. Pengendalian Pintu dan Jendela Otomatis: Pintu dan jendela otomatis dapat dikendalikan untuk ventilasi alami atau efisiensi energi.
  10. Manajemen Kebisingan: Pengukuran kebisingan dalam bangunan dan pengendalian sistem peredam kebisingan jika diperlukan.
  11. Manajemen Pemadam Api: Sistem deteksi asap, sprinkler, dan sistem pemadam api lainnya dapat diintegrasikan dengan BMS untuk mengendalikan tindakan darurat.

Sistem BMS modern biasanya menggunakan sensor-sensor dan perangkat cerdas untuk mengukur dan mengontrol parameter-parameter ini. Data yang diperoleh dari sensor-sensor ini digunakan untuk mengoptimalkan pengoperasian bangunan, meningkatkan kenyamanan penghuni, dan mengurangi konsumsi energi secara efisien.


Jenis Bangunan yang membutuhkan BMS mencakup:

Penerapan Bulding Management System sangatlah penting pada gedung gedung di daerah perkotaan sekarang, sebenarnya bukan hanya gedung perkotaan yang perlu menerapkan sistem BMS ini, gedung gedung tinggi lain seperti dia area pabrik dan bangunan publik lain juga sangat penting untuk melakukan penerapan BMS, Beberapa Bangunan yang dapat diterapkan dan penting untuk menerapkan Building Mnagement System diantaranya adalah gedung gedung sebagai berikut:

Bangunan Building Management System

  • Gedung Kantor Gedung perkantoran yang besar atau kompleks dengan banyak zona dan penghuni memerlukan BMS untuk mengatur pencahayaan, pendinginan, pemanasan, ventilasi, dan sistem keamanan. Ini membantu menghemat energi dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
  • Pusat Perbelanjaan dan Mall:Mall dan pusat perbelanjaan sering kali memiliki sistem BMS untuk mengatur pencahayaan, pendinginan, dan ventilasi. Ini juga membantu dalam mengelola suhu dan kualitas udara untuk kenyamanan pengunjung.
  • Hotel dan Resor: Hotel dan Resor memanfaatkan BMS untuk mengelola kenyamanan tamu, seperti kontrol suhu di kamar, pencahayaan, dan sistem keamanan. BMS juga membantu dalam manajemen energi.
  • Fasilitas Kesehatan: Rumah Sakit dan Fasilitas Perawatan Kesehatan memerlukan BMS untuk mengatur sistem HVAC, sistem pemadam kebakaran, dan sistem keamanan. Pengaturan suhu dan ventilasi yang tepat sangat penting untuk pasien dan peralatan medis.
  • Pabrik dan Fasilitas Industri: Pabrik dan fasilitas industri memanfaatkan BMS untuk mengelola sistem HVAC, sistem produksi, pemantauan keamanan, dan kontrol proses.
  • Kampus Pendidikan: Kampus sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan membutuhkan Building Management System untuk mengatur sistem penerangan, pendinginan/panas, dan keamanan. Ini dapat membantu mengurangi penggunaan energi saat bangunan tidak digunakan.
  • Bandara: Bandara yang besar memanfaatkan BMS untuk mengelola penerangan, sistem HVAC, sistem keamanan, dan tugas-tugas khusus seperti pemantauan peralatan landasan pacu.
  • Pusat Data: Pusat data dan pusat server membutuhkan kontrol ketat terhadap suhu dan kelembaban untuk menjaga peralatan komputer dan server dalam kondisi yang optimal.
  • Bangunan Tinggi: Gedung pencakar langit atau bangunan dengan banyak lantai memerlukan BMS untuk mengatur sistem vertikal transportasi, sistem HVAC, dan sistem keamanan.
  • Lingkungan Khusus: Bangunan dengan persyaratan lingkungan khusus, seperti laboratorium penelitian, fasilitas produksi farmasi, dan museum, memanfaatkan BMS untuk mengontrol kondisi lingkungan yang sangat sensitif.
  • Residensial: Meskipun BMS lebih umum di bangunan komersial dan industri, beberapa bangunan residensial tinggi atau kompleks perumahan mewah juga menggunakan sistem otomatisasi untuk mengontrol pencahayaan, sistem HVAC, dan keamanan.

Masih banyak jenis bangunan lain yang dapat menggunakan sistem BMS, karena sebenarmya tidak hanya gedung-gedung besar yang dapat menggunakan sistem BMS, melainkan BMS sendiri merupakan sistem yang berguna sebagai investasi jangka panjang dalam pemeliharaan bangunan.


Pada Dasarnya Building Management System (BMS) adalah sebuah sistem otomatisasi yang merancang, mengintegrasikan, dan mengontrol berbagai sistem dan perangkat dalam sebuah bangunan, termasuk HVAC, pencahayaan, keamanan, pemantauan energi, dan sistem lainnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kenyamanan penghuni, meningkatkan keamanan, mengurangi penggunaan energi, dan memfasilitasi pemeliharaan preventif. BMS berperan penting dalam pengelolaan bangunan komersial, industri, dan pemerintah yang kompleks, dan memberikan visibilitas dan kontrol yang lebih baik terhadap operasi bangunan secara keseluruhan.

Untuk Pelayanan Building Management System :

Whatsapp/Mobile Support :
0815-9072-797 (Mrs.Sri)
0812-9595-7914 (Mr.Parmin)

Phone : +62 21 8690 6777
Fax : +62 21 8690 6770
Email : sales@taharica.com
www.taharica.co.id I www.taharica.com

kunjungi website lain kami : taharicaindonesia.com

Seorang ahli pada bidang konsultan sipil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *